BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Pada saat ini, sudah mulai jarang
anak anak tertarik dengan jajanan tradisional dikarenakan banyak makanan ringan
yang dijual di supermarket. Bentuk dan rasa dari makanan ringan yang ada di
supermarket memang lebih menarik daripada jajanan pasar. Itu merupakan salah
satu faktor mengapa anak lebih menyukai makanan ringan daripada jajanan pasar.
Namun, untuk masalah kesehatan tentu jajanan pasar yang memiliki tingkat
kesehatan lebih tinggi daripada makanan ringan di supermarket. Jajanan pasar
yang sudah tidak disukai oleh anak terutama dadar guling.
Jika dibandingkan dengan makanan ringan
di supermarket, memang bentuk dadar guling kurang menarik. Namun, dadar guling
memiliki ciri khas rasa yang luar biasa. Anak anak tidak banyak yang tertarik
dikarenakan bentuk dari dadar guling kurang unik dan kurang berwarna. Salah
satu pengusaha jajanan tradisional yang saat ini masih aktif adalah ibu
Sulistiawati yang bertempat tinggal di Desa Curah jero, Kecamatan Sumbersuko
Kabupaten Lumajang
B.
Tujuan
Pembahasan
Adapun tujuan
dari pembahasan dan penyusunan laporan pengamatan ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui sejarah awal
terbentuknya usaha Ibu Sulistiawati
2.
Bahan bahan apa saja yang dibutuhkan Ibu
Sulistiawati untuk membuat kue dadar gulung
3.
Untuk mengetahui cara pembuatan kue
dadar guling milik Bu Sulistiawati
4.
Untuk mengetahui pemasaran jajanan
tradisional milik bu Sulistiawati
5.
Untuk mengetahui tips/cara yang
dilakukan Bu Sulistiawati jika jajanannya tidak laku
C.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
awal terbentuknya usaha kue tradisional milik bu Sulistiawati?
2. Bahan
apa saja yang dibutuhkan untuk membuat kue dadar gulung?
3. Bagaimana
cara pembuatan kue dadar gulung?
4. Dimana
daerah pemasaran kue dadar gulung milik bu Sulistiawati?
5. Apa
saja yang akan dilakukan ibu Sulistiawati jika jajanan tidak laku terjual?
D.
Sumber
Data dan Metode
Dalam
mengumpulkan data yang dibutuhkan, diambil informsi dari berbagai data yang
diperoleh sebagai berikut :
1. Membaca
buku/majalah yang berkaitan dengan kue tradisional
2. Informasi
yang diberikan oleh pemilik usaha kue tradisional
3. Berbagai
sumber yang berkaitan dengan jajanan tradisional
Sedangkan metode yang
digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Mengamati
dan meneliti langsung objek yang bersangkutan
2. Wawancara
kepada pemilik usaha kue tradisional
3. Informasi
yang berkaitan dengan objek
BAB
II
ANALISIS
DAN PEMBAHASAN
A.
Sejarah
berdirinya usaha kue tradisional milik ibu Sulistiawati
Usaha
pembuatan kue tradisional milik ibu Sulistiawati di Desa Curah Jero, Kecamatan
Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, ini didirikan pada tahun 1999 tepatnya pada
tanggal 12 Agustus 1999
Pada
dasarnya, bu Sulistiawati mendirikan usaha ini karena baru di PHK dari
tempatnya bekerja. Melihat keahliannya untuk membuat kue tradisional itu, maka
ibu sulistiawati memutuskan untuk mendirikan usaha kecil kecilan kue
tradisional. Pada awalnya, pasar masih sulit untuk menerima kue pembuatan ibu
Sulistiawati dikarenakan tidak banyak warga/anak-anak yang tertarik dengan kue
tradisional. Namun, tetangga ibu Sulistiawati sering memesan pesanan kue
tradisional untuk acara tertentu seperti acara ulang tahun, reuni, pernikahan,
dll
Setelah
beberapa bulan, usaha Ibu Sulistiawati mulai diterima pasar dikarenakan ciri
khas rasa yang terdapat pada jajanan tradisional yang dibuat Ibu Sulistiawati.
Sehingga, pada tanggal 20 Juli 2002 Ibu Sulistiawati mulai memiliki pekerja
untuk menjajahkan kue tradisionalnya. Dimulai dari 3 orang pekerja yang
menjajahkan kue tradisional Bu Sulistiawati dengan menggunakan sepeda motor.
Sampai sekarang, Ibu Sulistiawati sudah memiliki sekitar 7 orang karyawan untuk
menjajahkan kue tradisionalnya. Keuntungan yang diperoleh Ibu Sulistiawati juga
semakin meninggkat.
B.
Bahan
yang dipilih Ibu Sulistiawati untuk pembuatan kue tradisional
Jika kita
membuat kue tradisional dirumah, mungkin banyak diantaranya yang akan
rusak/cepat membusuk. Untuk itu, Ibu Sulistiawati memiliki cara tertentu untuk
memilih bahan Kue tradisionalnya agar tidak cepat rusak/membusuk. Berikut ini
adalah cara untuk memilih bahan bahan pembuatan kue tradisional :
Bahan Kulit:
·
250 g tepung
terigu protein sedang/cap segitiga biru
·
1 sdm tepung
kanji
·
300 ml
santan kental dari ½ butir kelapa
·
½ sdt pasta
pandan/pewarna hijau
·
60 ml air
perasan daun suji
·
3 butir
telur ayam, kocok lepas
·
½ sdt garam
halus
Bahan Isi:
·
300 g kelapa
setengah tua, kupas, parut memanjang
·
100 g fula
merah, iris halus
·
3 sdm gula
pasir
·
50 ml air
·
1 lembar
daun pandan, potong-potong
·
½ sdt garam
halus
Cara Membuat:
·
Isi: Campur
kelapa parut, gula pasir, garam dan daun pandan, aduk rata.
·
Masak di
atas panci hingga tekstur kelapa agak mengering. Angkat, dinginkan.
·
Kulit:
Campur tepung terigu, tepung kanji, telur, pasta pandan dan garam. Aduk rata.
·
Tuang
santan, air perasan daun suji sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga
rata. Saring.
·
Panaskan
wajan datar anti lengket yang telah diolesi dengan sedikit minyak goreng.
·
Tuang
setengah sendok sayur adonan, buat dadar tipis hingga matang. Lakukan hingga
adonan habis.
·
Ambil satu
lembar adonan kulit, beri satu sendok makan bahan isi.
·
Lipat bagian
sisi kanan dan kiri, kemudian gulung. Atur dalam pinggan saji. Hidangkan.
Tip:
·
Jangan
membuat kulit terlalu tebal karena akan pecah ketika digulung.
·
Wajan
sebaiknya dalam kondisi panas ketika dituang adonan kulit berpori-poroi.
C.
Daerah
pemasaran kue tradisional
Untuk
daerah pemasaran kue tradisional, bu sulis memilih untuk memasarkan kue
dadargulung tradisionalnya di pasar. Karena, kue dadar guling tradisionalnya
tidak hanya disukai oleh kalangan anak anak saja, namun oleh kalangan orang
dewasa maupun orang tua.
Selain
pasar, bu Sulis juga memasarkan kue dadar gulung tradisionalnya di toko toko
kaki lima dan juga di kios kios terdekat. Bu Sulistiawati juga memanfaatkan
para jasa pegawai keliling yang memasarkan menggunakan sepeda motor sampai
keluar desa.
D.
Usaha
yang dilakukan Ibu sulistiawati jika kuenya tidak laku terjual
Banyak
para pengusaha kue tradisional yang menyerah tidak mau meneruskan usaha mereka
dikarenakan pada awal penjualan kue mereka banyak yang tidak laku. Namun, Ibu
Sulistiawati memiliki cara lain agar semua dagangannya laku. Berikut ini adalah
cara/usaha yang dilakukan Ibu Sulistiawati jika usahanya tidak laku :
1. Pada
saat Bu Sulistiawati baru berjualan, usaha pertama kali yang ia lakukan pada
saat dagangannya tidak laku terjual adalah dengan menitipkan sisa jualan
terhadap sebuah kantin sekolah. Namun, sebelum itu bu Sulistiawati
menghangatkan dagangannya dan menjualnya dengan sedikit murah terhadap kantin
sekolah agar penjaga kantin mau membeli kue tersebut.
2. Jika
dagangan Bu Sulistiawati tidak laku di Pasar, Bu Sulistiawati berkeliling di
sekitar rumah rumah sampai kue tradisionalnya habis terjual.
3. Apabila
kue tradisional yang telah dititipkan di kios kios tidak laku terjual, Bu
Sulistiawati akan cepat cepat mengambil kue tersebut agar tidak busuk dan
menjualnya sendiri berkeliling, atau jika tidak laku juga Bu Sulistiawati
terpaksa membagikan kuenya tersebut kepada para tetanggga.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
KESIMPULAN
Agar
usaha penjualan kue tradisional itu mendapat hasil yang baik, maka perlu
diperhatikan tentang :
1. Teknik
pembuatan kue dadar gulung yang benar
2. Memilih
bahan kue dadar gulung yang baik
3. Mengerti
pemasaran kue dadar gulung
4. Mengerti
apa yang dilakukan jika kue dadar guling tidak laku terjual
5. Tidak
mudah menyerah jika awal berdagang kue dadar gulung tidak laku di Pasaran
6. Memberi
motivasi pada penjual kue dadar gulung atau kue tradisional yang lainya
B.
SARAN
1. Bagi
penjual kue dadar gulung atau kue tradisional yang lainya, jangan pernah
menyerah jika baru memulai usaha sudah banyak ditolak oleh pasar. Karena jika
tidak ada yang berjualan kue tradsional lagi, maka kue tradisional sulit untuk ditemukan
di Pasaran.
2. Bagi
masyarakat, perlu meningkatkan rasa kepeduliannya terhadap kue tradisional asli
Indonesia. Karena jika ketertarikan masyarakat terhadap makanan ringan yang
tersedia di toko toko besar seperti supermarket semakin meningkat, akan membuat
pedagang kue tradisional tidak mempunyai peminat akan jajanannya. Jika tidak
ada peminat/pembeli kue tradisional, lama kelamaan akan membuat pedagang kue
tradisional menjadi langkah.
3. Bagi
pemerintah diharapkan membatasi impor makanan ringan dari luar negeri, agar
membuat peluang untung pedagang kue tradisional semakin meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Ambar,
Abdullah,dkk. 1998.Penuntun Tampil
Berbahasa Indonesia untuk SLTP kelas III. Bandung;Trigenda karya
Harianto,
Bagus,dkk. 2007.20 Peluang Bisnis
Makanan. Tangerang;Bintaro Jaya Sektor IX
Tedjokusuma,
Ny Prudianti. 2011.600 Koleksi Resep
Mr. Chef Selera Nusantara. Jakarta;MedPres
Tidak ada komentar:
Posting Komentar