Minggu, 16 November 2014

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
             Pada saat ini, sudah mulai jarang anak anak tertarik dengan jajanan tradisional dikarenakan banyak makanan ringan yang dijual di supermarket. Bentuk dan rasa dari makanan ringan yang ada di supermarket memang lebih menarik daripada jajanan pasar. Itu merupakan salah satu faktor mengapa anak lebih menyukai makanan ringan daripada jajanan pasar. Namun, untuk masalah kesehatan tentu jajanan pasar yang memiliki tingkat kesehatan lebih tinggi daripada makanan ringan di supermarket. Jajanan pasar yang sudah tidak disukai oleh anak terutama dadar guling.
Jika dibandingkan dengan makanan ringan di supermarket, memang bentuk dadar guling kurang menarik. Namun, dadar guling memiliki ciri khas rasa yang luar biasa. Anak anak tidak banyak yang tertarik dikarenakan bentuk dari dadar guling kurang unik dan kurang berwarna. Salah satu pengusaha jajanan tradisional yang saat ini masih aktif adalah ibu Sulistiawati yang bertempat tinggal di Desa Curah jero, Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang

B.     Tujuan Pembahasan
 Adapun tujuan dari pembahasan dan penyusunan laporan pengamatan ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui sejarah awal terbentuknya usaha Ibu Sulistiawati
2.      Bahan bahan apa saja yang dibutuhkan Ibu Sulistiawati untuk membuat kue dadar gulung
3.      Untuk mengetahui cara pembuatan kue dadar guling milik Bu Sulistiawati
4.      Untuk mengetahui pemasaran jajanan tradisional milik bu Sulistiawati
5.      Untuk mengetahui tips/cara yang dilakukan Bu Sulistiawati jika jajanannya tidak laku



C.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana awal terbentuknya usaha kue tradisional milik bu Sulistiawati?
2.      Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat kue dadar gulung?
3.      Bagaimana cara pembuatan kue dadar gulung?
4.      Dimana daerah pemasaran kue dadar gulung milik bu Sulistiawati?
5.      Apa saja yang akan dilakukan ibu Sulistiawati jika jajanan tidak laku terjual?

D.    Sumber Data dan Metode
Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, diambil informsi dari berbagai data yang diperoleh sebagai berikut :
1.      Membaca buku/majalah yang berkaitan dengan kue tradisional
2.      Informasi yang diberikan oleh pemilik usaha kue tradisional
3.      Berbagai sumber yang berkaitan dengan jajanan tradisional

Sedangkan metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengamati dan meneliti langsung objek yang bersangkutan
2.      Wawancara kepada pemilik usaha kue tradisional
3.      Informasi yang berkaitan dengan objek













BAB II
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A.    Sejarah berdirinya usaha kue tradisional milik ibu Sulistiawati

Usaha pembuatan kue tradisional milik ibu Sulistiawati di Desa Curah Jero, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, ini didirikan pada tahun 1999 tepatnya pada tanggal 12 Agustus 1999
Pada dasarnya, bu Sulistiawati mendirikan usaha ini karena baru di PHK dari tempatnya bekerja. Melihat keahliannya untuk membuat kue tradisional itu, maka ibu sulistiawati memutuskan untuk mendirikan usaha kecil kecilan kue tradisional. Pada awalnya, pasar masih sulit untuk menerima kue pembuatan ibu Sulistiawati dikarenakan tidak banyak warga/anak-anak yang tertarik dengan kue tradisional. Namun, tetangga ibu Sulistiawati sering memesan pesanan kue tradisional untuk acara tertentu seperti acara ulang tahun, reuni, pernikahan, dll
Setelah beberapa bulan, usaha Ibu Sulistiawati mulai diterima pasar dikarenakan ciri khas rasa yang terdapat pada jajanan tradisional yang dibuat Ibu Sulistiawati. Sehingga, pada tanggal 20 Juli 2002 Ibu Sulistiawati mulai memiliki pekerja untuk menjajahkan kue tradisionalnya. Dimulai dari 3 orang pekerja yang menjajahkan kue tradisional Bu Sulistiawati dengan menggunakan sepeda motor. Sampai sekarang, Ibu Sulistiawati sudah memiliki sekitar 7 orang karyawan untuk menjajahkan kue tradisionalnya. Keuntungan yang diperoleh Ibu Sulistiawati juga semakin meninggkat.

B.     Bahan yang dipilih Ibu Sulistiawati untuk pembuatan kue tradisional
Jika kita membuat kue tradisional dirumah, mungkin banyak diantaranya yang akan rusak/cepat membusuk. Untuk itu, Ibu Sulistiawati memiliki cara tertentu untuk memilih bahan Kue tradisionalnya agar tidak cepat rusak/membusuk. Berikut ini adalah cara untuk memilih bahan bahan pembuatan kue tradisional :
Bahan Kulit:
·       250 g tepung terigu protein sedang/cap segitiga biru
·       1 sdm tepung kanji
·       300 ml santan kental dari ½ butir kelapa
·       ½ sdt pasta pandan/pewarna hijau
·       60 ml air perasan daun suji
·       3 butir telur ayam, kocok lepas
·       ½ sdt garam halus

Bahan Isi:
·       300 g kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
·       100 g fula merah, iris halus
·       3 sdm gula pasir
·       50 ml air
·       1 lembar daun pandan, potong-potong
·       ½ sdt garam halus

Cara Membuat:
·       Isi: Campur kelapa parut, gula pasir, garam dan daun pandan, aduk rata.
·       Masak di atas panci hingga tekstur kelapa agak mengering. Angkat, dinginkan.
·       Kulit: Campur tepung terigu, tepung kanji, telur, pasta pandan dan garam. Aduk rata.
·       Tuang santan, air perasan daun suji sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga rata. Saring.
·       Panaskan wajan datar anti lengket yang telah diolesi dengan sedikit minyak goreng.
·       Tuang setengah sendok sayur adonan, buat dadar tipis hingga matang. Lakukan hingga adonan habis.
·       Ambil satu lembar adonan kulit, beri satu sendok makan bahan isi.
·       Lipat bagian sisi kanan dan kiri, kemudian gulung. Atur dalam pinggan saji. Hidangkan.

Tip:
·       Jangan membuat kulit terlalu tebal karena akan pecah ketika digulung.
·       Wajan sebaiknya dalam kondisi panas ketika dituang adonan kulit berpori-poroi.



C.    Daerah pemasaran kue tradisional
Untuk daerah pemasaran kue tradisional, bu sulis memilih untuk memasarkan kue dadargulung tradisionalnya di pasar. Karena, kue dadar guling tradisionalnya tidak hanya disukai oleh kalangan anak anak saja, namun oleh kalangan orang dewasa maupun orang tua.
Selain pasar, bu Sulis juga memasarkan kue dadar gulung tradisionalnya di toko toko kaki lima dan juga di kios kios terdekat. Bu Sulistiawati juga memanfaatkan para jasa pegawai keliling yang memasarkan menggunakan sepeda motor sampai keluar desa.

D.      Usaha yang dilakukan Ibu sulistiawati jika kuenya tidak laku terjual
Banyak para pengusaha kue tradisional yang menyerah tidak mau meneruskan usaha mereka dikarenakan pada awal penjualan kue mereka banyak yang tidak laku. Namun, Ibu Sulistiawati memiliki cara lain agar semua dagangannya laku. Berikut ini adalah cara/usaha yang dilakukan Ibu Sulistiawati jika usahanya tidak laku :
1.      Pada saat Bu Sulistiawati baru berjualan, usaha pertama kali yang ia lakukan pada saat dagangannya tidak laku terjual adalah dengan menitipkan sisa jualan terhadap sebuah kantin sekolah. Namun, sebelum itu bu Sulistiawati menghangatkan dagangannya dan menjualnya dengan sedikit murah terhadap kantin sekolah agar penjaga kantin mau membeli kue tersebut.
2.      Jika dagangan Bu Sulistiawati tidak laku di Pasar, Bu Sulistiawati berkeliling di sekitar rumah rumah sampai kue tradisionalnya habis terjual.
3.      Apabila kue tradisional yang telah dititipkan di kios kios tidak laku terjual, Bu Sulistiawati akan cepat cepat mengambil kue tersebut agar tidak busuk dan menjualnya sendiri berkeliling, atau jika tidak laku juga Bu Sulistiawati terpaksa membagikan kuenya tersebut kepada para tetanggga.






BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      KESIMPULAN
Agar usaha penjualan kue tradisional itu mendapat hasil yang baik, maka perlu diperhatikan tentang :
1.      Teknik pembuatan kue dadar gulung yang benar
2.      Memilih bahan kue dadar gulung yang baik
3.      Mengerti pemasaran kue dadar gulung
4.      Mengerti apa yang dilakukan jika kue dadar guling tidak laku terjual
5.      Tidak mudah menyerah jika awal berdagang kue dadar gulung tidak laku di Pasaran
6.      Memberi motivasi pada penjual kue dadar gulung atau kue tradisional yang lainya

B.       SARAN
1.      Bagi penjual kue dadar gulung atau kue tradisional yang lainya, jangan pernah menyerah jika baru memulai usaha sudah banyak ditolak oleh pasar. Karena jika tidak ada yang berjualan kue tradsional lagi, maka kue tradisional sulit untuk ditemukan di Pasaran.
2.      Bagi masyarakat, perlu meningkatkan rasa kepeduliannya terhadap kue tradisional asli Indonesia. Karena jika ketertarikan masyarakat terhadap makanan ringan yang tersedia di toko toko besar seperti supermarket semakin meningkat, akan membuat pedagang kue tradisional tidak mempunyai peminat akan jajanannya. Jika tidak ada peminat/pembeli kue tradisional, lama kelamaan akan membuat pedagang kue tradisional menjadi langkah.
3.      Bagi pemerintah diharapkan membatasi impor makanan ringan dari luar negeri, agar membuat peluang untung pedagang kue tradisional semakin meningkat.














DAFTAR PUSTAKA
Ambar, Abdullah,dkk. 1998.Penuntun Tampil Berbahasa Indonesia untuk SLTP kelas III. Bandung;Trigenda karya
Harianto, Bagus,dkk. 2007.20 Peluang Bisnis Makanan. Tangerang;Bintaro Jaya Sektor IX

Tedjokusuma, Ny Prudianti. 2011.600 Koleksi Resep Mr. Chef Selera Nusantara. Jakarta;MedPres

Tidak ada komentar:

Posting Komentar